Rasis! Wisata Thailand Bermasalah, Tolak Turis Korban Tabrakan dan Berakhir Tewas

Pariwisata Thailand tampaknya sedang menghadapi masalah besar. Setelah ditolak turis China, kini negeri gajah putih dianggap rasis kepada wisatawan negara lain, bahkan sampai menghilangkan nyawa.
Dilansir dari Metro UK pada Jumat (15/12/2023), Andy Chen (41) adalah turis Taiwan yang sedang liburan di Thailand. Tetapi, perjalanannya berakhir menyedihkan.

Petaka itu terjadi saat Chen sedang jalan-jalan bersama rombongan yang berjumlah 18 orang. Dia terpisah di pinggir jalan di Bangkok.

Tiba-tiba saja, Chen ditabrak oleh mobil van. Ia terluka hebat dan perlu pertolongan. Kebetulan saat itu ada paramedis yang sedang tidak bertugas, Chen pun dilarikan ke Rumah Sakit Vibraham yang saat itu berada paling dekat.

Begitu sampai, Chen malah mendapat perlukan tidak mengenakan. Perawat di sana menolak Chen dan berteriak pada paramedis yang membawanya.

“Kami sudah bilang kepada Anda bahwa kami tidak menerima pasien asing, jadi mengapa Anda membawanya ke sini?” ujar perawat ke tim medis lain.

“Dia orang asing, dia tidak punya saudara, kami tidak tahu bagaimana cara meminta penggantian biaya pengobatannya, Mengapa Anda tidak membawanya ke rumah sakit umum lain?” perawat itu masih berteriak-teriak.

Tak mau kalah, paramedis itu balik menjawab.

“Dia berada di area rumah sakit Anda sekarang, Jika Anda tidak menerimanya, tunggu sampai Kementerian Kesehatan turun tangan,” paramedis membalas.

Chen kemudian dibawa ke rumah sakit lain sambil terus diberi pertolongan CPR. Rumah sakit pemerintah yang dituju berjarak 10 km.

Turis malang itu tidak dapat bertahan. Ia meninggal dunia saat masih di perjalanan.

Kasus ini sampai ke telinga pemerintah. Dr Sisetsak, direktur jendral Departemen Dukungan Layanan Kesehatan, mengatakan pasien mana pun yang tidak sadarkan diri berhak mendapatkan perawatan. Dia memberi peringatan pada rumah sakit tersebut.

“Staf rumah sakit yang nantinya dinyatakan bersalah karena menolak memberikan perawatan darurat kepada pasien yang berada dalam bahaya dapat menghadapi hukuman penjara hingga 2 tahun, denda hingga 40.000 bath atau sekitar Rp 17,8 juta atau bahkan keduanya,” dia menjelaskan.

Saat ini pelaku tabrak lari Chen sudah menyerahkan diri. Ia mengaku menyetir dalam keadaan mabuk.

Berita ini mendapat perhatian media asing dan membuat pemerintah Thailan ketar-ketir. Sebelumnya Thailand sudah mengalami penurunan kedatangan turis, dengan adanya kasus ini Thailand takut turis jadi makin sedikit.

baca juga: amuk suami di bondowoso bunuh pria yang setubuhi istri di depan matanya

By kencurr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *